Assalamualaikum Wb Wr
Alhamdulillah akhirnya postingan ini bisa selesai juga...
PERHATIAN :
TOLONG JIKA ANDA MEMBACA POSTINGAN INI TOLONG DIBACA HINGGA SELESAI,KARENA DIDALAMNYA TERDAPAT HAL YANG SANGAT MENARIK DAN LUAR BIASA,DAN SAYANG SEKALI JIKA TIDAK DIBACA HINGGA SELESAI.....
selamat membaca
UFO, Alien & Islam
Al-Qur’an menjelaskan tentang Makhluk Luar
Angkasa
Apakah alien itu ada menurut Al-Quran?
Mungkin definisi alien bagi kita adalah makhluk
asing selain manusia yang (mungkin iya mungkin
tidak) memiliki intelegensia seperti manusia
Sejenak kita simak dan renungi ayat berikut:
( ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﺚَّ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦ
ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤْﻌِﻬِﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻳَﺸَﺎﺀ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ) ( ﺍﻟﺸﻮﺭﻯ 29: )
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah
menciptakan langit dan bumi dan makhluk-
makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada
keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan
semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS Asy-
Syuura 42 : 29)
kita kutip potongan ayat tersebut:
..dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia
sebarkan pada keduanya. Apakah memang
makhluk-makhluk melata itu ada yang menghuni di
suatu tempat nan jauh disana, di bagian sistem
bintang tertentu, atau mungkin di bagian cluster
galaksi lain, atau mungkin bahkan di supercluster
lain?
Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz daabbah
(makhluk melata) menunjukkan bahwa itu
makhluk-makhluk selain malaikat karena Allah
Azza wa Jalla membedakan antara makhluk yang
melata dengan malaikat dalam menyebutkannya
dalam firman-Nya:
( ﻭَﻟِﻠّﻪِ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻣِﻦ ﺩَﺁﺑَّﺔٍ
ﻭَﺍﻟْﻤَﻶﺋِﻜَﺔُ ﻭَﻫُﻢْ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ) ( ﺍﻟﻨﺤﻞ 49: )
dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk
melata yang berada di langit dan semua makhluk
yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat,
sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan
diri (QS An-Nahl 16 : 49).
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nahl 49 :
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa semua
benda yang ada di langit dan yang ada di bumi
termasuk pula makhluk Nya yang melata di bumi
juga para malaikat tunduk di bawah kekuasaan
Allah. Mereka itu bersujud kepada Allah SWT
menurut cara masing-masing sesuai dengan fitrah
kejadiannya. Bahkan malaikat pun yang berada di
langit tidak mau menyombongkan dirinya dan tidak
suka membangkang untuk tunduk dan takluk serta
menaati ketentuan ketentuan Allah.
Perlu diingat, yang jelas Allah Maha Kuasa,
Kekuasaan-Nya meliputi segala-Nya juga pikiran
kita. Apa yang belum terlihat oleh kita bukan
berarti tidak ada. Hanya kita yang belum
mengetahuinya.
Dan juga berikutnya:
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻭَﻗَﻊَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺧْﺮَﺟْﻨَﺎ ﻟَﻬُﻢْ ﺩَﺍﺑَّﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ
ﺗُﻜَﻠِّﻤُﻬُﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻟَﺎ ﻳُﻮﻗِﻨُﻮﻥَ (82 )
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka,
Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi
yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa
sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada
ayat-ayat Kami (QS: An-Naml 27 : 82)
mari kita perhatikan:
..sejenis binatang melata dari bumi yang akan
mengatakan kepada mereka…. benar, binatang
melata dari bumi yang berkata atau berbicara..
Jelas disitu bahwa akan ada makhluk lain yang
baru yang mempunyai kemampuan berbicara atau
berkomunikasi dengan manusia.
Tetapi tidak perlu dipermasalahkan bagaimana
bentuknya atau rupanya. Yang jelas tidak seperti
yang di film-film alien itu.
dan sekali lagi:
َﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﺇِﻥْ ﻳَﺸَﺄْ
ﻳُﺬْﻫِﺒْﻜُﻢْ ﻭَﻳَﺄْﺕِ ﺑِﺨَﻠْﻖٍ ﺟَﺪِﻳﺪٍ (19 )
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya
Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan
hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia
membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan
makhluk yang baru. (14:19)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ibrahim 19
Dalam ayat ini Allah SWT. menyebutkan Dialah
yang menciptakan semua langit dan bumi dengan
hak. Maksudnya Allah menciptakan semuanya itu
bukanlah dengan percuma melainkan dengan
penuh hikmah. Oleh sebab itu manusia yang telah
dijadikan-Nya sebagai khalifah-Nya di bumi ini
hendaklah memanfaatkan semua itu dengan cara
yang baik dan untuk tujuan yang baik pula. Sesuai
dengan peraturan dan ketentuan-Nya. Akan tetapi
jika manusia itu menyimpang dari peraturan dan
ketentuan Allah, maka Dia tidak membiarkan
berbuat kelaliman itu.
Maka pada akhir ayat ini Allah SWT. menegaskan
kepada Rasul-Nya, jika Allah menghendaki maka
Allah akan membinasakan beserta umatnya dan
akan mengganti mereka dengan makhluk yang
baru.
Penegasan ini adalah untuk mengingatkan Rasul
dan umatnya yang taat dan beriman kepada Allah,
betapa besarnya dosa orang-orang kafir itu, karena
dengan kekafiran tersebut mereka tidak mengakui
kekuasaan Allah sebagai pencipta dan pemelihara
makhluk-Nya. Apabila manusia memikirkan
kekuasaan Allah dan rahmat-Nya terhadap hamba-
Nya, niscaya mereka akan sampai kepada
keyakinan bahwa hanya Allah sajalah yang berhak
untuk disembah dan dipuji serta ditakuti azab dan
siksa-Nya.
benar, makhluk yang sama sekali baru (kholqin
jadiid) atau makhluk yang sama sekali kita belum
mengetahui akan seperti apa bentuknya.
Sedangkan, standar universal makhluk di alam
semesta ini belum dapat ditentukan, karena tidak
ada standar tertentu yang dapat dibuat manusia
untuk menentukan selogis apa makhluk yang harus
ada atau layak mendiami alam semesta ini.
Begitulah, muslimin, karena ilmu saya masih
terbatas, saya memerlukan sharing ilmu dan
pikiran disini tentang itu. Diskusi juga dapat
disertakan penjelasan darimana pun asal itu
ilmiah. Mari kita asah kemampuan berpikir kita
Al-Qur’an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi
Muhammad SAW (taufiqi) tidak sesuai dengan
urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai
struktur yang spesifik. Penempatan surat, ayat,
jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun
sedemikian rupa sehingga kehilangan, bertambah
atau tertukarnya ayat, apalagi tertukarnya surat,
membuat kekacauan makna dan struktur tadi.
Ini membuktikan bahwa al-Qur’an telah
terkodetifikasi secara sempurna sejak ‘azali. Hanya
Al-Quran dan Hadits Shahih lah yang menjadi
pedoman hidup kita.
Al-Quran Menjelaskan Tentang UFO dan
Teknologinya
Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan
yang pada umumnya dipakai manusia dalam
sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak
untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut
atau kapal udara.
Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting
dari titik tolak) seperti pesawat UFO yang populer
disebut “piring terbang”.
Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat
An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung
dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu
kuda, unta, keledai dan sejenisnya. Dan benda
terapung maksudnya yaitu segala macam
kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi
manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.
Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-
Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui
manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat
Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT
menciptakan semua yang berpasangan-pasangan.
Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif
dari “piring terbang” itu (positif dan
negatif=pasangan).
Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan
tentang alat transportasi maka tentunya istilah
“berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan.
Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring
terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian
negatifnya.
( ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞَ ﻭَﺍﻟْﺒِﻐَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺮَ ﻟِﺘَﺮْﻛَﺒُﻮﻫَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺔً ﻭَﻳَﺨْﻠُﻖُ ﻣَﺎ ﻻَ
ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ( ﺍﻟﻨﺤﻞ 8:
Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal*) dan
keledai, agar kamu menungganginya dan
(menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan
apa yang kamu tidak mengetahuinya. (QS An-Nahl,
ayat 8 )
*) Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.
Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa
dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa
menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai
merupakan tenaga pembawa dan penarik maka
keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang
selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata
“bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang
belum diketahui manusia tentang kendaraan.
Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal
terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke
belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya
kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang
sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui
manusia seperti yang disebutkan pada surat An-
Nahl ayat 8 itu?
Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-
pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan
binatang ternak yang kamu tunggangi.
Supaya kamu duduk di atas punggungnya,
kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila
kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu
mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah
menundukkan semua ini bagi kami padahal kami
sebelumnya tidak mampu menguasainya”.
Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada
Tuhan kami. (Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)
Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini
sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan
sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut
diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-
Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada
Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki
makna.
Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-
dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam
Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur
keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang
ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat
pada surat-surat Al-Quran yang lain.
Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat
yang lainnya seperti dunia internet yang sedang
anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi
informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link
yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun
link yang menuju ke halaman web yang lainnya.
Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu
tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah
yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan
begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini
maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan
yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang
disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8. Susunan
ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi
bahan dalam penganalisaan itu.
Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan
rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu
merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu
memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada
porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet
yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang
juga berputar di porosnya.
Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan
juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya
bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya
Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya
sambil berputar-putar mengelilingi matahari.
Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari
sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh
para astronom. Dengan mengetahui keadaan
Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam
semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.
Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak
jatuh pada matahari karena gaya lantingnya
(centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya
Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis
orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada
matahari sebagai pusat orbit.
Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi
adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya
dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari
ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar
dan beredar mengelilingi matahari.
Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya
lantingnya saja tanpa menggunakan gaya
gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan
melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan
begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki
Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk
terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.
Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan
ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi
itu?
Salah satu caranya adalah dengan memutar
bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran
itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya
centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah
gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi
ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat
dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh
oleh gravitasi Bumi.
Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa
pesawat dapat berputar terus menerus tanpa
tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini
dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk
piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah
tempat penumpang.
Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia
kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem
yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan
tahun, yang semuanya itu memakai prinsip
menolak ke belakang untuk maju ke depan dan
menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah
manusia sanggup memakai gaya centrifugal
berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan
memulai kendaraan modern.
Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah
batas antara ke-kuno-an dan kemodernan
peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-
Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas
dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai
menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu
itu manusia baru memulai hidup dalam generasi
lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi
dengan modern.
Dalam peradaban modern dimana manusia
umumnya memakai piring terbang sebagai
kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam
kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di
bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku
perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang
tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api
yang pembangunannya sangat banyak
menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu.
Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk
tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya.
Orang-orang akan memindahkan perhatiannya
terhadap lautan sebagai sumber makanan karena
lautan itu memang sangat luas yang mengandung
berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan
daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk
tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan
melakukan penerbangan antar planet secara lazim
dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet
yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran
dalam perekonomian dan politik.
Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam
kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari
bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk
kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha
Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia
di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari
satu diri, satu spesies, atau serumpun.
Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori
Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan
menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh
Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama
sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-
Imran ayat 83.
Orang-orang akan menyadari bahwa agama
Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu
mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian
dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan
pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak
agama itu berarti merugikan diri sendiri.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-
tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi
dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi
mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah
cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi
saksi atas segala sesuatu? (Surat Al-Fushshilat
ayat 53)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain
selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah
menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet
dan di bumi ini, baik dengan suka maupun
terpaksa dan Hanya kepada Allah-lah mereka akan
kembali. (Surat Al-Imran ayat 83)
Penganut Islam Lebih Mudah Menerima Adanya
UFO dan Alien
Tanpa bermaksud mengurangi penghormatan saya
terhadap penganut agama-agama lain (yang saya
memang tidak atau kurang memiliki pengetahuan
tentang ajaran-ajarannya), menurut saya,
penganut Islam SEHARUSNYA lebih mudah untuk
menerima kehadiran UFO dan Alien.
Mengapa? Karena dalam kitab suci Al-Quran jelas-
jelas Allah SWT menyatakan keberadaan makhluk-
makhluk cerdas lain selain manusia, yang salah
satunya disebut “jin.” Jin ini bisa berubah bentuk
menjadi apa saja.
Mereka hidup di alam yang sama dengan manusia,
meski berasal dari dimensi yang berbeda, sehingga
manusia umumnya jarang atau tidak pernah
bertemu dengannya (kecuali dalam situasi-situasi
yang luar biasa).
Artinya, bisa dikatakan bahwa dengan mengakui
dan menerima keberadaan UFO, Alien, dan lain-lain
itu, seorang Muslim tidak perlu merasakan adanya
pertentangan atau kontradiksi, antara fakta adanya
UFO/Alien itu dengan keyakinan/kepercayaan
agamanya. Tentu akan sulit halnya, jika ajaran
agama terang-terangan menolak adanya makhluk
cerdas lain selain manusia.
Namun, ajaran Islam (sekali lagi, sejauh
pemahaman saya yang bukan ahli agama) juga
menyatakan, “jin” dan lain-lain itu termasuk hal
ghoib. Artinya, hanya Allah SWT yang tahu.
Manusia bisa mengetahuinya, namun yang bisa
diketahui sangat terbatas. Jadi, tidak usah
berambisi untuk tahu sangat banyak tentang “jin”
dan lain-lain itu. Kita memahami keberadaan
“jin” (atau UFO, Alien, dll) sebagai petunjuk
kebesaran kekuasaan Tuhan yang Maha Pencipta.
Dan seperti yang ada pada Al-Qur’an bahwa smua
makhluk termasuk jin, hewan, tumbuhan dan
semua benda mulai dari molekul hingga super
bintang di seantero jagat raya baik yang bernyawa
ataupun tidak semuanya menyembah Allah SWT
Sang Maha Segalanya, Sang Pemilik Semuanya,
mereka (semua benda tersebut) tunduk dan
menyembahNya dengan caranya masing-masing.
Maha Benar Allah, dengan segala FirmanNya.
Wassalam.










