k

animasi blog

Jam

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 Agustus 2016

Mari Sejenak Berbicara Tentang Zodiak




                            Mungkin anda dulu suka baca yang seperti ginian nih,…
Ramalan Anda minggu ini:
Zodiak: AquariusPekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda.Asmara: Patah semangat dan jenuh.Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan.Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan website ini sebagai website ramalan bintang, akan tetapi tulisan di atas merupakan kutipan dari sebuah website yang berisi tentang ramalan-ramalan nasib seseorang berdasarkan zodiak. Ya, ramalan zodiak atau yang biasa dikenal dengan ramalan bintang sudah menjadi “gaya hidup” modern anak muda sekarang. Terlebih khusus lagi bagi para pemudi (bahkan muslimah). Namun, alangkah baiknya apabila kita meninjau ramalan bintang ini berdasarkan syariat islam.
Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/PerbintanganZodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah SihirRasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)
Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang GaibSeseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya:“Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.
Ramalan Bintang = Ramalan DukunSetiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).
Hukum Membaca Ramalan BintangOrang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:
Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).
Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitab Tamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).
Shio, Fengshui, dan Kartu TarotDi zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.
Nasib Baik dan Nasib BurukUkhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.


Selasa, 02 Agustus 2016

Akses Universitas


Bank Dunia sudah lama menyimpulkan adanya korelasi tinggi antara persentase populasi penduduk yang memiliki gelar sarjana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Bank Dunia, 1996). Akses masuk ke universitas seharusnya dibuka secara adil dan merata. Sayangnya, sistem seleksi masuk perguruan tinggi kita masih jauh dari rasa keadilan.
Sistem seleksi masuk perguruan tinggi kita bukan saja berlaku tidak adil, melainkan dalam kebijakannya juga memakai pola pikir irasional, membuka peluang ketidakjujuran, dan belum memiliki keberpihakan pada mereka yang tersingkirkan secara ekonomi maupun budaya.
Tiga jalur
Saat ini Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dimulai. Di Indonesia, ada tiga jalur di mana seseorang bisa masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Jalur pertama, yang sekarang ini sedang berlangsung, yaitu jalur undangan atau sering disebut dengan SNMPTN. Jalur undangan lebih banyak mempergunakan nilai rapor dan nilai lain sebagai bahan pertimbangan.
Jalur kedua, jalur tes tertulis yang disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Terakhir, ketiga, jalur mandiri, yaitu seleksi tertulis plus kriteria lain-bergantung pada kebijakan PT-bagi mereka yang tidak lolos SBMPTN. Biasanya, seleksi jalur mandiri hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki uang karena biaya masuknya mahal.
Tahun ini, kuota SNMPTN dikurangi 10 persen dari tahun lalu, sehingga kuotanya menjadi 40 persen. Jalur tes tertulis tetap 30 persen. Jatah kuota 10 persen dari jalur undangan dialihkan ke jalur mandiri. Kebijakan ini secara transparan menunjukkan keberpihakan PT pada orang-orang kaya. Sebab, jalur mandiri biasanya diisi oleh mereka yang mampu membayar mahal untuk masuk ke PTN secara mandiri.
Chua (2003) dalam risetnya menyatakan bahwa kesejahteraan karena perbedaan tingkat pendidikan tidak terdistribusi secara proporsional, tetapi hanya menguntungkan kelompok orang kaya dan menyingkirkan kelompok lain. Analisis Chua ini justru malah diafirmasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan mengalihkan kuota SNMPTN untuk jalur mandiri. Orientasi ekonomis PT sangat terlihat dari kebijakan ini.
Masalah integritas
Sistem seleksi kita juga membuka peluang adanya inflasi dan manipulasi nilai. Dengan adanya sistem undangan yang besarnya 40 persen, di mana siswa tidak perlu melalui tes tertulis, potensi kecurangan ada di sekolah. Kita tahu, di sekolah-sekolah kita, untuk ujian nasional (UN) saja masih banyak terjadi kecurangan. Dengan adanya jalur undangan di mana nilai rapor menjadi kriteria, banyak sekolah berusaha menaikkan nilai siswa secara sistematis melalui penentuan kriteria ketuntasan minimal sehingga para siswa mereka dapat lolos masuk ke PTN.
 Kecenderungan ini sesungguhnya di masa depan akan merusak kualitas PT itu sendiri karena para siswa yang lolos adalah mereka yang nilainya sudah diinflasi sehingga tidak menunjukkan realitas sesungguhnya tentang kemampuan siswa. Kebijakan seleksi masuk telah membuka peluang potensi disintegritas moral di kalangan pendidik. Inflasi ini sering kali menjadi modus, bahkan sejak siswa berada di kelas X.
Melawan akal
Sistem seleksi jalur undangan melawan akal sehat dan tidak adil. Sistem proporsi berdasarkan akreditasi sekolah, meskipun tampaknya baik, tetapi sesungguhnya didasari pola pikir yang tidak logis dan sesat. Sekolah dengan akreditasi A memperoleh kuota 70 persen, B 50 persen, C 25 persen dan tidak terakreditasi hanya memperoleh kuota 10 persen.
Pemikiran ini sesat karena menyimpulkan kualitas individu dari kualitas lembaga. Dalam ilmu logika, ini disebut dengan genetic fallacy, di mana seseorang itu dianggap tidak berkualitas, tidak kredibel, dan tidak dapat dipercaya karena asal-usulnya, baik itu karena ras, agama, sosial, atau lembaga di mana ia berasal.
Pemikiran tidak logis ini juga terjadi ketika indeks integritas UN dipakai sebagai pertimbangan masuk PT. Siswa dengan nilai tinggi, tetapi sekolahnya memiliki integritas rendah bisa jadi tidak lolos dalam seleksi karena kualitas sekolahnya. Kebijakan sesat pikir ini karena menganggap bahwa sekolah yang indeks integritasnya rendah, otomatis seluruh siswanya tidak jujur. Padahal, SNMPTN adalah seleksi individu, bukan seleksi lembaga pendidikan!
Seleksi masuk PTN juga mendiskriminasi dan tidak adil karena menghukum individu yang tidak bersalah. Bila ada lembaga pendidikan terbukti memanipulasi nilai, lembaga pendidikan itu akan dihapus dari daftar SNMPTN tahun berikutnya, sehingga siswa kelas XI yang tidak bersalah tertutup aksesnya untuk melaju ke PTN melalui jalur SNMPTN tahun depan.
Demikian juga ketika ada siswa yang sudah menerima undangan SNMPTN, tetapi kemudian membatalkannya, maka yang menerima akibat adalah adik kelasnya. Pola pikir ini sangat tidak rasional, tidak logis, tidak adil, dan sesungguhnya melanggar hak individu dalam memperoleh akses pendidikan.
Seleksi masuk PT seharus memakai kriteria keadilan, obyektivitas dan keadilan dengan lebih mengutamakan kalangan miskin, tetapi memiliki kapasitas dan kemampuan. Kuota jalur undangan harusnya hanya 5 persen, karena ini merupakan cerminan dari kandidat mahasiswa terbaik, berbakat, dan istimewa dalam hampir seluruh populasi dalam kurva normal, 85 persen untuk bersaing secara adil dan meritokratis melalui seleksi tertulis oleh lembaga independen, dan 10 persen siswa untuk jalur mandiri yang mencerminkan persentasi rata-rata orang kaya dalam seluruh populasi. Dalam kuota 85 persen ini, harus ada kuota kebijakan afirmatif untuk daerah-daerah khusus sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia ini bisa ditingkatkan.
Perguruan tinggi kita tidak akan bermutu bila sistem seleksi kita masih memberi ruang bagi berbagai bentuk ketidakjujuran, tidak logis, dan tidak adil. Universitas seharusnya mendorong tegaknya integritas moral pendidik, menjadi contoh dipraktikkannya penalaran yang jernih dan logis, serta menjadi sumber inspirasi bagi perjuangan keadilan bagi mereka yang miskin dan tersingkirkan.


Merawat Nalar Bangsa


Meskipun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam masa lebih dari satu tahun, pemerintahannya belum menunjukkan rencana dan implementasi  konkret revolusi mental,  anggaplah pemerintah serius dengan gagasan ini. Paling tidak, alur silogismenya lurus dan konsisten sehingga revolusi mental dirasa sebagai sebuah kesimpulan valid.Revolusi mental digagas Joko Widodo (Kompas, 10/5/2014) dengan premis bahwa selama 16 tahun menjalankan reformasi kita hanya mencapai kemajuan sebatas kelembagaan. Ekonomi semakin berkembang dan masyarakat banyak yang bertambah makmur, tetapi kenapa masyarakat kita malah bertambah galau, bukannya bertambah bahagia?
Menurut Jokowi, pembangunan kita belum menyentuh paradigma, mindset, atau budaya politik dari manusia yang menjalankan sistem sehingga nation building tak mengantarkan Indonesia pada cita-citanya. Agar perubahan benar-benar bermakna, berkesinambungan, dan sesuai cita-cita Proklamasi Indonesia yang merdeka, adil, dan makmur, kita perlu melakukan revolusi mental.
Jalan tol nir-jalan pikiranMeski demikian, selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berlangsung, kita menyaksikan kesenjangan antara proposisi yang dinyatakan dan agenda yang dijalankan. Pemerintahan ini tampak lebih getol membangun tol daripada membangun jalan pikiran bangsa. Padahal, jalan pikiran merupakan isi mental utama yang menghubungkan kita dengan  masa depan yang dicitakan dan karenanya perlu lebih dahulu dirawat.
Kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya yang jadi cita-cita pemerintah merupakan masalah dan bermula dari jalan pikiran atau mindset bangsa. Kebangkitan bangsa-bangsa maju pada umumnya dimulai dari upaya memelihara nalarnya sehingga berkhidmat terhadap akal sehat. Kehidupan dan kemajuan duniawi tampaknya tersusun atas hukum-hukum yang rasional dan akan berkembang hanya jika dipahami dan dijalani sesuai dengan hukum tersebut.
Mengutamakan pembangunan fisik sembari seadanya mengembangkan jiwa dan pikiran, selain tak seirama dengan “Indonesia Raya”, juga melawan hukum nalar kemajuan.  Pembangunan seperti itu pada akhirnya hanya akan meneruskan siklus absurditas sisifus seperti selama ini: membangun untuk menyaksikan kejatuhan/kemerosotan.
Dengan revolusi mental sebagai gerakan nasional seperti dimaksud penggagasnya, seyogianya pemerintah memprioritaskan upaya pencerdasan kehidupan bangsa sebagai jalan membentuk pola pikir bangsa. Ironisnya, upaya pencerdasan bangsa melalui pendidikan dalam berbagai ranahnya dewasa ini masih diliputi berbagai masalah mendasar.
Orientasi pembelajaran yang dijalankan sebatas mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat rendah. Pikiran para murid setiap hari dijejali oleh beragam data pengetahuan yang-entah berguna atau tidak-dihafal dan diuji di kemudian hari. Sedikit sekali para pelajar dilibatkan dalam proses berpikir tingkat tinggi, seperti menalar, menganalisis, dan memecahkan masalah yang konon sebagai salah satu kecakapan utama yang dibutuhkan untuk hidup dan sukses di abad ke-21. Hasil Programme for International Student Assessment  (PISA) 2012 menunjukkan kuatnya kemampuan berpikir murid Indonesia pada tingkat rendah dan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Sementara negara maju, seperti Singapura dan Korea Selatan, menunjukkan kemampuan sebaliknya.
Berbekal kemampuan berpikir tingkat rendah, memasuki abad ke-21 dengan era globalisasinya yang penuh persaingan akan menjadikan bangsa ini seperti keledai yang tak memiliki kewibawaan, kemandirian, dan jati diri. Gejala itu mulai tampak dan terasa ketika berbagai kebijakan dan gerak budaya kita berorientasi kepada standar-standar “asing”, bahkan mungkin untuk kepentingan asing, dengan argumen “demi daya saing”.
Memberikan perhatian besar kepada bidang pendidikan selain  sebagai tanda pemerintah berpikir maju juga merupakan keharusan untuk penyelamatan bangsa. Berbagai problem pendidikan kita dewasa ini sudah sangat parah dan memerlukan Presiden turun tangan karena besaran dan substansinya telah melampaui kapasitas departemental atau kementerian. Jika kenyataan ini terus diabaikan , bukan saja akan berakibat pada  involusi  dalam dunia pendidikan, melainkan juga pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kembali ke pangkalanBangsa Indonesia dengan pendidikannya mengalami disorientasi di tengah pusaran arus perubahan yang demikian cepat. Program dan operasi pendidikan dewasa ini  seperti tersedot oleh pesona pragmatisme untuk bertarung dalam era globalisasi. Pendidikan makin jauh meninggalkan pangkalan,  menuju entah ke mana. Alhasil, bangsa yang cerdas seperti ditetapkan dengan  arif oleh para pendiri bangsa, setelah tujuh puluh tahun merdeka makin jauh panggang dari api.
Bangsa ini barangkali  kualat karena begitu lama tak merawat wasiat “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan lebih menyibukkan diri pada pembangunan ekonomi. Padahal, kecerdasan merupakan substansi yang menentukan martabat kemanusiaan. Jika saja “mencerdaskan kehidupan bangsa” dicermati sejak dulu, kiranya bangsa ini tak jadi seperti ini: para murid kita tak hanya unggul pada kemampuan berpikir tingkat rendah, tetapi juga unggul pada penalaran tingkat tinggi.
Berpikir tingkat tinggi merupakan hakikat berpikir yang sesungguhnya karena membutuhkan seluruh potensi dan kemampuan kognisi. Pembedaan “tinggi-rendah” yang didasarkan pada taksonomi Benjamin Samuel Bloom (1913-1999) bukan dimaksudkan menunjukkan hierarki kepentingan, tetapi bertujuan mempermudah secara didaktik-metodik pembelajaran.  Berpikir tingkat rendah merupakan fondasi dan persyaratan untuk masuk dan menjalankan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Intinya, strategi pembelajaran haruslah mengarah kepada pencapaian kemampuan berpikir, bukan hanya mengisi pikiran.
Salah satu kelemahan utama pendidikan kita sejak dahulu adalah masalah metodologi yang dipergunakan para guru dalam pembelajaran. Untuk kesekian kalinya, terkait persoalan ini,  saya mengangkat hasil penelitian Prof CE Beeby (1987) yang menyatakan bahwa guru-guru menerangkan pelajaran dengan latar belakang pengetahuan dan keterampilan metodik yang minimal, terbatas pada buku teks yang dimilikinya. Andalan lain mungkin sisa-sisa ingatannya dari apa yang pernah dipelajarinya dulu di sekolah. Setelah menguraikan sesuatu masalah, guru menghabiskan bagian terbesar jam pelajarannya untuk mendiktekan atau menuliskan apa yang diajarkannya di papan tulis dan menunggu murid menyalinnya. Catatan itulah yang dipelajari murid dan menjadi bahan ulangan. Sedikit sekali sekolah di Indonesia membantu menumbuhkan potensi seorang murid, dan pengaruh sekolah yang menjemukan serta tak imajinatif tersebut tetap terasa ketika seseorang menjadi dewasa dan memimpin masyarakatnya.
Singkirkan kepentingan politisDi antara upaya yang dapat mengembangkan kemampuan dan kecakapan berpikir adalah pembelajaran bersifat dialogis atau partisipatif, atau apalah namanya. Pembelajaran harus melibatkan secara aktif para murid dalam proses berpikir, utamanya melalui berbagai ekspresi, seperti verbal dan gerak tubuh. Hal ini penting karena secara filosofi setiap tindakan sadar senantiasa terdapat intensionalitas yang meniscayakan rasionalitas.
Secara normatif, pemerintah telah tepat untuk memperbaiki praktik kelas, antara lain melalui UU Sistem Pendidikan Nasional (UU No 20/2003) dengan memperbarui definisi pendidikan dan UU Guru dan Dosen (UU No 14/2005) menetapkan  profesionalisme dengan kompetensi guru. Sementara itu, wacana tentang model pembelajaran partisipatif yang menyenangkan dan yang efektif berkembang pesat di Tanah Air. Buku-buku seperti revolusi pembelajaran, akselerasi pembelajaran, guru efektif, pembelajaran dan pengajaran kuantum banyak dijajakan.
Sayangnya, keputusan normatif dan berbagai wacana pembaruan pendidikan dalam strategi implementasinya terlalu banyak diwarnai kepentingan politis sehingga tidak efektif. Yang muncul dan menyita energi malah persoalan sertifikasi yang terkait dengan tunjangan profesi dan kurikulum.  Ide-ide pembelajaran  modern yang  berkembang tak terserap dan peningkatan kompetensi guru yang seharusnya memerlukan intervensi kualitatif terabaikan.
Kini, terkait pencerdasan bangsa yang bermuara pada meningkatkan kemampuan berpikir, pemerintah-khususnya yang menangani bidang pendidikan-diharapkan fokus pada tantangan meningkatkan kinerja para pendidik melalui pendekatan insentif dan motif. Pemerintah telah memberikan tunjangan profesi yang relatif baik pada para pendidik, tetapi sejauh ini pemerintah belum mengelola motif secara efektif. Diperlukan sebuah model intervensi untuk meningkatkan motivasi yang sekaligus jadi pendorong peningkatan kompetensi pedagogi dan profesional bagi pendidik dalam jabatan dan calon pendidik sehingga mereka dapat menjalankan pembelajaran yang dialogis seperti semangat dari undang-undang.
Cetusan ide revolusi mental seyogianya dijadikan titik balik ke pangkalan pendidikan kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam segala dimensinya. Pikiran bangsa ini telah tumbuh bak semak-belukar menjadi rimba sehingga menutup berbagai jalan kemajuan. Maka, jangan abaikan pendidikan.
Jadi, senyampang peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2016) sebagai titik berangkat, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kiranya perlu mulai membangun jalan (tol) pikiran bangsa untuk menghubungkan kita dengan masa depan yang dicita-citakan oleh para pendiri republik ini.
  

Senin, 01 Agustus 2016

4 Langkah Teknik Berpikir Jernih Untuk Menemukan Ide Brilian Dan Solusi Jitu


MENGAPA HARUS BERPIKIR JERNIH?

Sering kali masalah begitu mudah dipecahkan saat kita berpikir jernih. Saat pikiran kita kacau, dunia terasa gelap sehingga solusi pun tidak nampak, padahal ada di depan kita. Akhirnya kita stress, mengambil keputusan yang salah, dan hanya memberikan solusi sesaat. Saat keputusan diambil hanya merupakan solusi sesaat, bisa jadi malah menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Dengan Teknik Berpikir Jernih Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah
Dengan berpikir jernih, kita bisa menemukan solusi atau mengatasi masalah kita tanpa masalah. Bukan berarti kita tidak akan menemukan masalah yang lain karena masalah bagian hidup kita, tetapi kita bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan tidak memperparah keadaan.
Dengan berpikir jernis, kita bisa menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah yang lain. Setiap masalah yang kita hadapi, bisa kita selesaikan dengan tuntas dan kita pun mendapatkan hadiah yang luar biasa bagi kehidupan berupa hikmah.
Apa Itu Berpikir Jernih?
Berpikir jernih adalah saat kita berpikir, pikiran kita bersih dari emosi negatif, pikiran negatif, dan persepsi yang salah terhadap masalah. Hal-hal yang mengotori pikiran kita bisa membahayakan hasil pemikiran kita. Pertama kita tidak bisa melihat masalah dengan benar sebab pandangan kita tertutupi oleh kotoran. Tidak bisa melihat masalah dengan jelas akan menjadikan diri kita mengambil solusi yang salah.
Ibarat seorang dokter yang salah diagnosa pasen, maka bisa menangani pasen dengan salah. Ibarat seorang montir mobil yang salah mendeteksi keruksakan mobil, maka dia bisa salah menangani mobil. Kejelasan kita melihat masalah adalah kunci awal untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Penyebab kedua adalah saat pikiran kita tertutupi oleh berbagai hal yang negatif, kita tidak akan mampu melihat solusi, tidak akan mampu melihat ide-ide yang sebenarnya berlimpah, bahkan tidak mampu mencerna nasihat yang bisa saja merupakan nasihat emas tetapi terlihat seperti lumpur. Ibarat Anda memakai kacamata kotor, maka penglihatan Anda bisa terganggu.
Penyebab Pikiran Tidak Jernih
Penyebab utamanya adalah kondisi emosi yang sedang negatif. Kondisi emosi yang negatif akan mengundang pikiran-pikiran negatif sehingga memenuhi pikiran kita. Jika mood kita sedang jelek, marah, tertekan, dan kepepet sering kali dibayangi oleh rasa takut dan keinginan untuk segera menyelesaikan masalah dengan tergesa-gesa.
Pikiran negatif menjadikan kita banyak pikiran, sehingga pikiran kita malah memikirkan berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan. Pikiran-pikiran yang tidak kita perlukan seolah seperti sampah yang berserakan dan mengotori jalan. Saat jalan sudah kotor, Anda tidak bisa melihat jalan dengan jelas, padahal bisa saja ada lubang besar yang membahayakan. Begitu juga dengan pikiran, jika banyak “sampah” pikiran negatif, kita tidak akan bisa melihat solusi.
TEKNIK-TEKNIK BERPIKIR SECARA JERNIH
Teknik berpikir jernih atau cara berpikir secara jernih ada bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini
Langkah pertama adalah membersihkan hati kita. Semuanya berawal dari hati, saat hati kita jernih maka otomatis kita akan berpikir jernih.
Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu, bagaimana cara membersihkan hati kita? Jika kita membaca berbagai literatur maka istighfar, dzikr, dan ibadah pada umumnya adalah sarana untuk membersihkan hati kita. Silahkan baca kita Tazkiyatun Nafs, disana dijelaskan bagaimana ibadah-ibadah dan dzikr akan membersihkan hati kita. Orang-orang yang selalu berdzikr dan menjalankan ibadah dengan ikhlas dan penuh kekhusyu’an akan memiliki hati yang bersih sehingga mampu berpikir jernih.

Langkah kedua adalah mengembalikan fungsi akal. Saat emosi negatif yang sedang menguasai diri kita, maka posisi akal akan lemah. Yang berkuasa adalah emosi seperti rasa khawatir, takut, was-was, dan ragu. Untuk itu, kita harus berusaha mengembalikan fungsi akal agar berfungsi sebagaimana mestinya. Kuncinya adalah dengan cara menenangkan diri disaat emosi sedang negatif.
Banyak cara yang bisa dilakukan. Mulainya dengan yang sederhana seperti menenangkan diri. Anda bisa berhenti sejenak, jalan-jalan dulu, membaca Al Quran dulu, shalat hajat dulu, dan berbagai aktivitas lainnya yang menenangkan sehingga emosi negatif bisa terkikis. Kuncinya jangan buru-buru mengambil keputusan disaat emosi sedang negatif. Berhentilah sejenak, redakan emosi Anda.
Langkah ketiga ialah gunakan akal. Setelah kita berhasil mengalahkan emosi negatif, maka akan siap bekerja. Untuk memaksimalkan potensi akal, ada banyak teknik berpikir yang bisa kita gunakan. Misalnya ada teknik problem solving, berpikir sistematis, mind maping, dan berbagai teknik-teknik lainnya termasuk teknik berpikir kreatif.
Langkah keempat agar pemikiran kita lebih dahsyat ialah dikombinasikan dengan otak kanan. Otak kanan berkaitan dengan imajinasi yang akan memberikan gambaran besar pada diri Anda, kemudian perinciannya adalah tugas otak kiri. Kadang otak kanan berkaitan dengan emosi, jadi pastikan emosi Anda sudah positif agar kinerja otak kanan Anda tidak terpengaruh oleh emosi negatif.
Insya Allah dengan berpikir jernis kita bisa menemukan ide brilian, solusi jitu, dan gagasan-gasan untuk hidup lebih baik. Silahkan tuliskan komentar, ide, dan gagasan Anda berkaitan dengan teknik berpikir jernih pada form komentar dibawah.

5 Rahasia Agar Bisnis Sukses Dan Berkah


Tentu saja, agar bisnis sukses kita harus bertindak. Ini betul sekali dan memang harus bertindak. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang “yang penting ACTION”, tetapi saya akan membahas bagaimana agar tindakan kita lebih dahsyat, lebih hebat, lebih efektif, dan lebih cepat membawa kita kepada keberhasilan usaha atau bisnis kita.
“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (jahil)?! Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [Az-Zumar: 9]
Jelas bukan? Tindakan orang berilmu akan berbeda dengan orang yang berilmu. Bukan mana yang penting antara ilmu dan tindakan. Bukan tindakan tidak berguna tanpa ilmu. Bukan itu yang saya bahas, tetapi bertindaklah dengan ilmu, agar tindakan bisnis Anda sukses.
Saya mengelompokan 5 ilmu yang baiknya dikuasi jika Anda bukan hanya ingin usaha sukses, tetapi usaha yang berkah. Sekali lagi, ilmu dan tindakan saling melengkapi. Bukan mana yang lebih penting, tetapi Anda harus bertindak dengan ilmu agar tindakan Anda benar.
Apa jadinya, orang shalat tetapi tidak mengetahui cara shalat? Jika dia tidak mengetahui rukun dan syarat shah shalat, bisa jadi shalatnya percuma.
Rahasia #1: Memahami Ilmu Teknis Bisnis Anda
Ini sebenarnya penting, kita memang harus mengetahui hal-hal teknis dalam menjalankan bisnis kita. Tapi yang salah adalah Anda hanya fokus pada hal teknis tetapi melupakan ilmu lainnya yang justru lebih penting.
Memang, Anda sebagai seorang pebisnis tidak harus mengurusi hal-hal teknis. Tetapi tetap harus difahami, karena keputusan-keputusan Anda, membangun sistem, memberikan delegasi, dan sebagainya dalam bisnis perlu pemahaman tentang hal-hal teknis tadi.
Saat memulai mungkin semuanya Anda lakukan sendiri, sehingga jika Anda mau berjualan bakso, setidaknya Anda mengetahui tentang cara meracik semangkuk bakso yang enak. Saat mulai, Anda yang menyajikannya sendiri, tetapi jangan keterusan, hanya saat memulai agar bisnis Anda mulai jalan.
Diantara banyaknya penjual bakso (sendiri) ada yang berubah menjadi pebisnis bakso yang besar. Merknya terkenal, punya tempat bagus, dan sudah punya cabang. Atau ada juga yang memnjadi juragan bakso dengan ratusan grobak yang beroperasi.
Sementara ada saja yang sudah sekian lama terus menjadi penjual bakso. Apa yang membedakannya?
Keempat ilmu berikutnyalah yang akan membedakan mereka, siapa yang akan berkembang atau siapa saja yang terus menjadi tukang bakso sendirian.
Bisnis membuat dan menjajakan bakso saja tidak cukup untuk membesarkan bisnis bakso.
Rahasia #2. Memahami Ilmu Menjalankan Bisnis
Jika Anda mau bisnis bakso, tidak cukup hanya bisa membuat bakso atau menyajikannya. Kita membutuhkan ilmu menjalankan bisnis. Ilmu menjalankan bisnis meliputi pemasaran, manajemen (sistem), leadership, dan strategi bisnis.
Jadi tidak cukup hanya bisa membuat bakso, Anda membutuhkan ilmu lainnya. Pertama tentang pemasaran, apa yang membedakan bakso Anda dengan bakso lainnya? Bagaimana cara menjangkau lebih banyak pelanggan? Bagaimana agar pelanggan Anda terus bertambah? Bagaimana cara memuaskan pelanggan? Dan sebagainya. Ini bisa Anda lakukan jika Anda memahami pemasaran.
Selanjutnya bagaimana agar rasa bakso Anda tidak berubah? Bagaimana agar produksi bisa terjaga dari segi kualitas dan kuantitas? Bagaimana agar siapa pun yang menyajikan bakso tetap enak rahasnya? Nah ini membutuhkan ilmu tentang sistem bisnis. Anda harus belajar.
Termasuk ilmu memimpin, karena bisnis itu adalah tim. Bukan bisnis jika segalanya Anda lakukan sendiri. Sudahkan Anda bisa memimpin?
Inilah yang memungkinkan bisnis Anda berkembang. Pemasaran kuat, ada sistem, ada tim, dan Anda sebagai owner bisnis bisa memimpin anak buah Anda.
Rahasia #3: Memahami Ilmu Mental Bisnis
Yang jangan dilupakan adalah masalah mental atau mindset. Jago ilmu bisnis dan teknis bisa menjadi percuma jika mental bisnis kita payah. Anda harus memiliki semangat, kreatif, dan pantang menyerah. Harus memiliki pikiran maju, tidak cepat puas, dan mampu bangkit saat sedang terpuruk.
Bisa jadi, seorang penjual bakso faham tentang cara menjadi pebisnis bakso, tetapi jika mental bisnisnya yang kurang bagus seperti kurangnya kemauan, takut mengambil resiko, dan sebagainya, dia tidak akan menjadi pebisnis bakso yang sukses.
Beberapa mental bisnis yang perlu Anda miliki:
Selalu ingin lebih baik (mental juara)
dan sebagainya
Pertama perlu difahami bahwa membangun bisnis akan banyak rintangan, diperlukan kekuatan mental yang kuat untuk mengatasi semua rintangan yang muncul dihadapan Anda.
Rahasia #4: Menguasai Ilmu Syariah
Rahasia 1 sampai 3 bisa membuat bisnis Anda sukses dan besar. Lalu, bagaimana supaya berkah. Ya, langkah pertamanya adalah memastikan bisnis kita tidak melanggar syariah. Jadi jangan asal bisnis, apakah bisnis Anda sudah halal?
Bisnis adalah bagian dari muamalah, artinya bagian dari ibadah. Ibadah muamalah ada rambu-rambu yang harus difahami dan ditaati. Untuk itu kita perlu belajar tentang fiqh niaga, termasuk ekonomi syariah agar bisnis kita halal dan terbebas dari riba.
Bukan hanya bank yang ada bank syariah. Bisnis bakso pun ada. Bakso syariah adalah bakso dimana bahan, tempat, dan pelayanan yang sesuai dengan syariah.
Belajarkan fiqh dan ilmu agama lainnya yang berkaitan dengan bisnis, agar bisnis Anda berkah.
Rahasia #5. Memahami Ilmu Ruhiah
Ini yg paling penting, agar kita bisa mendapatkan pertolongan Allah. Tanpa pertolongan Allah, semuanya akan percuma. Sebenarnya, kekuatan itu datang dari Allah, kita hanya berusaha, Allah yang menentukan.
Sudah banyak ustadz yang membahas berbagai aspek ruhiah seperti shadaqah, shalat dhuha, shalat tahajud, tawakalbersyukur, dan sebagainya untuk memperlancar kita mendapatkan rezeki.
Penutup: Yang Penting Praktek
Betul, kita meski praktek dalam rangka ikhtiar karena ikhtiar adalah perintah Allah. Kita sedang bicara ikhtiar maksimal, yaitu tindakan yang dibeli ilmu teknis, bisnis, dan didukung oleh mental kuat. Kita juga tidak asal praktek atau bertindak, tetapi memastikan tindakan kita tidak melanggar ajaran agama. Dan juga selain ikthiar maksimal, maka iman kita harus maksimal. Artinya semaksimal mungkin kita berusaha (dengan do’a, syukur, shadaqah, shlat dhuha, dan sebagainya) agar kita mendapatkan pertolongan Allah.
Tujuan utama menulis artikel ini agar kita tidak hanya fokus memikirkan satu atau dua aspek dalam bisnis. Mudah-mudahan Allah menolong kita agar bisnis sukses dan berkah.
MILIKI 5 ILMU INI AGAR BISNIS SUKSES DAN BERKAH

Rusia Menganggap Game Pokemon GO "JAHAT"



Sejak kemunculannya awal bulan Juli lalu, game augmented reality Pokemon GO menuai banyak pro dan kontra. Bahkan beberapa negara ada yang bersifat skeptis terhadap game besutan Niantic Labs itu, seperti Saudi Arabia yang tidak menganjurkan warganya bermain game tersebut, dan negara seperti China yang mewaspadai game Pokemon GO dalam hal bisa mengungkapkan pangkalanmiliter rahasia negara.



Game Pokomen Go (kredit: Nintendo) Seperti yang dilaporkan Ubergizmo, Senin (01/8/2016), bahkan Rusia pun juga meragukan game Pokemon GO. Hal ini diketahui karena ada beberapa laporan dari kantor berita setempat di mana mereka mengutip beberapa pejabat Rusia yang mengklaim bahwa permainan ini “jahat”, dan bahwa hal itu berpotensi dapat digunakan sebagai alat mata-mata untuk mencoba dan mengumpulkan informasi, sejauh ini mereka percaya bahwa aplikasi ini dibuat dengan keterlibatan CIA (Central Intelligence Agency). Menurut pensiunan Mayor Jenderal dari Dinas Keamanan Federal Aleksander Mikhailov, ia mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, “Bayangkan bahwa binatang kecil yang bersangkutan tidak muncul di beberapa taman tetapi di lokasi rahasia, di mana para wajib militer atau tentara lainnya mengambil dan memfoto dengan kameranya. Ini perekrutan oleh keinginan pribadi sendiri dan tanpa ada paksaan. Ini adalah cara yang ideal bagi agen rahasia untuk mengumpulkan informasi. ” Selain itu, seorang pejabat keamanan senior Rusia, Franz Klintsevich mengatakan pendapatnya yang dikutip dari kantor berita TASS, “Ada perasaan bahwa kejahatan datang melalui mekanisme ini dan hanya mencoba untuk menghancurkan kita secara rohani dari dalam.” Di sisi lain, dilaporkan jika pemerintah setempat telah membuat antisipasi dari game tersebut, di mana mereka telah membuat game serupa versi mereka sendiri. Dari permainan tersebut, pemain harus mencari dan “menangkap” tokoh-tokoh sejarah dari negara tersebut di sekitar kota Moskow, Rusia.

2.850 Karyawan Microsoft Terancam Kena Gelombang PHK, Ada Apa?

 Seperti yang dilansir dari PCWorld, Jumat (29/7/2016), disebutkan bahwa kali ini Microsoft kabarnya bakal melakukan gelombang PHK pada karyawannya. Tidak tanggung-tanggung, disebutkan bahwa jumlah karyawan yang akan terkena dampak PHK ada 2.850 karyawan. Pada akhir tahun ini, disebutkan bahwa Microsoft akan melakukan PHK sejumlah 1.850 karyawan terlebih dahulu. Lalu sisanya akan dilakukan pada pertengahan tahun 2017.

 Dalam bisnis, ancaman bisa saja datang kapan saja, baik dari kompetitor, maupun dari dalam perusahaan itu sendiri. Seperti salah satu ancaman PHK pada karyawan sebuah perusahaan, yang mana ini adalah momok menakutkan bagi setiap pekerja. Tidak hanya perusahaan kecil, perusahaan ternama dan besar pun bisa juga mengalami gelombang PHK. 
Karyawan yang terkena dampak PHK ini kebanyakan berasal dari divisi perangkat smartphone Microsoft. Kita tahu bahwa semenjak Nokia diakuisisi oleh Microsoft oleh mantan CEO Microsoft Steve Ballmer, perusahaan perangkat lunak dan sistem operasi ini juga turut memproduksi perangkat smartphone, dengan sistem operasi buatannya sendiri, Windows Mobile.
Tapi sayang, gempuran dari para kompetitornya yang menggunakan sistem operasi Google Android serta Apple iOS, membuat Nokia dan Microsoft masih terseok-seok. Bahkan saat posisi Steve Ballmer digantikan oleh Satya Nadella, dirinya melakukan aksi PHK besar-besaran pada tahun 2014 sebanyak 18.000 karyawan, yang mana 12.500 diantaranya adalah mantan karyawan Nokia. Tidak hanya itu, pada tahun lalu Microsoft juga memangkas kembali 3.500 karyawan.
 Saat ditanya, Microsoft enggan memberikan jawaban perihal kasus gelombang PHK para karyawannya ini. Namun bila melihat dari tahun-tahun sebelumnya, gelombang PHK ini terjadi lantaran Microsoft gagal mencapai target penjualan pada bisnis perangkat smartphone-nya.