k

animasi blog

Jam

Rabu, 05 Agustus 2015

Tokoh Tokoh Penyiar Agama Islam di Jawa

Adapun penjelasan tokoh-tokoh Walisongo adalah sebagai berikut:
1.Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim)
Syekh Maulana Malik Ibrahim berasal dari Turki, dia adalah seorang ahli tatanegara yang ulung. Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa pada tahun1404 M. Jauh sebelum beliau datang, islam sudah ada walaupun sedikit, inidibuktikan dengan adanya makam Fatimah binti Maimun yang nisannya bertuliskantahun 1082.
Dikalangan rakyat jelata Sunan Gresik atau sering dipanggil Kakek Bantalsangat terkenal terutama di kalangan kasta rendah yang selalu ditindas oleh kastayang lebih tinggi. Sunan Gresik menjelaskan bahwa dalam Islam kedudukan semuaorang adalah sama sederajat hanya orang yang beriman dan bertaqwa tinggikedudukannya disisi Allah. Dia mendirikan pesantren yang merupakan perguruanislam, tempat mendidik dan menggenbleng para santri sebagai calon mubaligh.Di Gresik, beliau juga memberikan pengarahan agar tingkat kehidupan rakyatgresik semakin meningkat. Beliau memiliki gagasan mengalirkan air dari gununguntuk mengairi sawah dan ladang. Syekh Maulana Malik Ibrahim seorang walisongoyang dianggap sebagai ayah dari walisongo. Beliau wafat di gresik pada tahun 882 H

2.Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Raden Rahmat adalah putra
Syekh Maulana Malik Ibrahim
dari istrinya bernama
Dewi Candrawulan
. Beliau memulai aktivitasnya dengan mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat dengan Surabaya. Di antara pemuda yang dididik itutercatat antara lain Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan pertamaKesultanan Islam Bintoro, Demak), Raden Makdum Ibrahim (putra Sunan Ampelsendiri dan dikenal sebagai Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat), dan MaulanaIshak.Menurut
Babad Diponegoro,
Sunan Ampel sangat berpengaruh di kalanganistana Manjapahit, bahkan istrinya pun berasal dari kalangan istana Raden Fatah, putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit, menjadi murid Ampel. Sunan Ampel tercatatsebagai perancang Kerajaan Islam di pulau Jawa. Dialah yang mengangkat RadenFatah sebagai sultan pertama Demak. Disamping itu, Sunan Ampel juga ikutmendirikan Masjid Agung Demak pada tahun 1479 bersama wali-wali lain.Pada awal islamisasi Pulau Jawa, Sunan Ampel menginginkan agarmasyarakat menganut keyakinan yang murni. Ia tidak setuju bahwa kebiasaanmasyarakat seperti kenduri, selamatan, sesaji dan sebagainya tetap hidup dalamsistem sosio-kultural masyarakat yang telah memeluk agama Islam. Namun wali-waliyang lain berpendapat bahwa untuk sementara semua kebiasaan tersebut harusdibiarkan karena masyarakat sulit meninggalkannya secara serentak. Akhirnya, SunanAmpel menghargainya. Hal tersebut terlihat dari persetujuannya ketika SunanKalijaga dalam usahanya menarik penganut Hindu dan Budha, mengusulkan agaradat istiadat Jawa itulah yang diberi warna Islam. Beliau wafat pada tahun 1478dimakamkan disebelah masjid Ampel.
3.Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim)
Nama aslinya adalah Raden Makdum Ibrahim. Beliau Putra Sunan Ampel.Sunan Bonang terkenal sebagai ahli ilmu kalam dan tauhid.Beliau dianggap sebagai pencipta gending pertama dalam rangka mengembangkan ajaran Islam di pesisir utaraJawa Timur. Setelah belajar di Pasai, Aceh, Sunan Bonang kembali ke Tuban, JawaTimur, untuk mendirikan pondok pesantren. Santri-santri yang menjadi muridnya berdatangan dari berbagai daerah.Sunan Bonang dan para wali lainnya dalam menyebarkan agama Islam selalumenyesuaikan diri dengan corak kebudayaan masyarakat Jawa yang sangatmenggemari wayang serta musik gamelan. Mereka memanfaatkan pertunjukantradisional itu sebagai media dakwah Islam, dengan menyisipkan napas Islam kedalamnya. Syair lagu gamelan ciptaan para wali tersebut berisi pesan tauhid, sikapmenyembah Allah SWT. dan tidak menyekutukannya. Setiap bait lagu diselingidengan syahadatain (ucapan dua kalimat syahadat); gamelan yang mengirinya kinidikenal dengan istilah sekaten, yang berasal dari syahadatain. Sunan Bonang sendirimenciptakan lagu yang dikenal dengan tembang Durma, sejenis macapat yangmelukiskan suasana tegang, bengis, dan penuh amarah. Sunan Bonang wafat di pulauBawean pada tahun 1525 M

4.Sunan Giri (Raden Paku)
Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama DewiSekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagaianggota dewan Walisongo. Nama Sunana Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan keMajapahit sebagai penasihat militer.
Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu denganmembagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah.Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajatkepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar diPasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeriPasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yanghawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan Pesantren Giri.Tidak berselang lama hanya daam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldiseluruh Nusantara. Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawaatau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersamamuridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain.


5.Sunan Drajat (Raden Qasim)
Sunan Drajat adalah anak bungsu Sunan Ampel dengan Dewi Condrowatiatau yang sering disebut sebagai Nyi Ageng Manila. Beliau lahir pada tahun1450. Nama lain dari Sunan Drajat yang terkenal adalah Raden Qasim. Di desa Jelak,Raden Qasim mendirikan surau dan pesantren.Banyak orang yang datang untuk berguru agama Islam kepadanya sehingga Jelak semakin ramai dan berkembangmenjadi kampung besar. Oleh karena itu nama Jelak kemudian dirubah menjadiBanjaranyar. Beliau memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah
bil-hikam,
dengan cara-cara bijak dan tanpa memaksa. Dalam penyampaiannya beliaumenempuh lima cara. Pertama lewat pengajian secara langsung dimasjid atau di langgar.Kedua melalui pendidikan di pesantren.Ketiga memberi fatwa atau petuahdalam menyelesaikan masalah. Keempat melalui kesenian tradisional dan yangkelima menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional sepanjang tidak bertentangan dengan agama islam.Sunan Drajat juga berdakwah dengan menggunakan kesenian Jawa yang padawaktu itu sudah mendarah daging dikalangan masyarakat.Salah satu tembang ciptaan beliau adalah

tembang Mijil. Sunan Drajat juga terkenal dengan ajaran yangmengatakan
paring teken marang kang kalunyon lan wuto, paring pangan marangkang kaliren, paring sandhang marang kang kudanan
(memberi tongkat kepadaorang buta, memberi makan kepada orang yang kelaparan, memberi pakaian kepadayang tidak punya pakaian dan memberi payung kepada orang yang kehujanan). Inimemang inti ajaran sosial di dalam Islam yang akan tetap relevan sampai kapanpun.Pada masa akhir Majapahit terjadi krisis sosial, ekonomi, politik.Sunan Drajatmenjadi juru bicara yang membela rakyat tertindas.Beliau mengecam tindakan elit politik yang waktu itu hanya mengejar kekuasaan demi kenikmatan pribadi. Dalam bidang sastra budaya beliau menciptakan:1) Berpartisipasi dalam pembangunan masjid Demak2) Membantu Raden Patah3) Tembang Pangkur.
6.Sunan Kalijaga (Raden Sahid)
Nama aslinya adalah Raden Sahid, beliau putra Raden Sahur putraTemanggung Wilatika Adipati Tuban. Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua, tapi tidak bisa menerima keadaansekelilingnya yang terjadi banyak ketimpangan, hingga dia mencari makanan dari
gudang kadipaten dan dibagikan kpeada rakyatnya. Tapi ketahuan ayahnya, hinggadihukum yaitu tangannya dicampuk 100 kali sampai banyak darahnya dan diusir.Setelah diusir selain mengembara, ia bertemu orang berjubah putih, dia adalahSunan Bonang. Lalau Raden Sahid diangkat menjadi murid, lalu disuruh menungguitongkatnya di depan kali sampai berbulan-bulan sampai seluruh tubuhnya berlumut.Maka Raden Sahid disebut Sunan Kalijaga.Sunan kalijaga menggunakan kesenian dalam rangka penyebaran Islam, antaralain dengan wayang, sastra dan berbagai kesenian lainnya. Pendekatan jalur keseniandilakukan oleh para penyebar Islam seperti Walisongo untuk menarik perhatian dikalangan mereka, sehingga dengan tanpa terasa mereka telah tertarik pada ajaran-ajaran Islam sekalipun, karena pada awalnya mereka tertarik dikarenakan mediakesenian itu. Misalnya, Sunan Kalijaga adalah tokoh seniman wayang. Ia itdak pernah meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat.Sebagian wayang masih dipetik dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi didalam cerita itu disispkan ajaran agama dan nama-nama pahlawan Islam.
14
7.Sunan Kudus (Ja’far Sadiq)
Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitarnya.Beliau memiliki keahlian khusus dalam bidang agama, terutama dalam ilmu fikih,tauhid, hadits, tafsir serta logika. Karena itulah di antara walisongo hanya ia yangmendapat julukan
wali al-
‘ilm

(wali yang luas ilmunya), dank arena keluasan ilmunyaia didatangi oleh banyak penuntut ilmu dari berbagai daerah di Nusantara.Ada cerita yang mengatakan bahwa Sunan Kudus pernah belajar di BaitulMaqdis, Palestina, dan pernah berjasa memberantas penyakit yang menelan banyakkorban di Palestina. Atas jasanya itu, oleh pemerintah Palestiana ia diberi ijazahwilayah (daerah kekuasaan) di Palestina, namun Sunan Kudus mengharapkan hadiah

tersebut dipindahkan ke Pulau Jawa, dan oleh Amir (penguasa setempat) permintaanitu dikabulkan. Sekembalinya ke Jawa ia mendirikan masjid di daerah Loran tahun1549, masjid itu diberi nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar (Masjid Menara Kudus)dan daerah sekitanya diganti dengan nama Kudus, diambil dari nama sebuah kota diPalestina, al-Quds. Dalam melaksanakan dakwah dengan pendekatan kultural, SunanKudus menciptakan berbagai cerita keagamaan. Yang paling terkenal adalah
Gending Makumambang Dan Mijil.15

Cara-cara berdakwah Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
a. Strategi pendekatan kepada masa dengan jalan1. Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah2. Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam3. Tut Wuri Handayani4. Bagian adat istiadat yang tidak sesuai dengan mudah diubah langsung diubah
b. Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalamagama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat.
c. Merangkul masyarakat BudhaSetelah masjid, terus Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudlu denga pancuran yang berjumlah delapan, diatas pancuran diberi arca kepala Kebo
Gumarang diatasnya hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha “ Jalan berlipat delapanatau asta sunghika marga”.
d. Selamatan MitoniBiasanya sebelum acara selamatan diadakan membacakan sejarah Nabi.Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus. Di pintu makanKanjeng Sunan Kudus terukir kalimat asmaul husna yang berangka tahun 1296 Hatau 1878 M.




8.Sunan Muria (Raden Umar Said)
Sunan Muria adalah putera pertama Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh bintiMaulana Ishak. Nama asli beliau adalah Raden Umar Said, sedang nama kecilnyaadalah Raden Prawoto. Dalam berdakwah, Sunan Muria meniru cara yang telahdilakukan dengan sukses oleh ayahandanya, yaitu menggunakan alat musik Jawa(gamelan). Sasaran yang digarap oleh Sunan Muria adalah masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan, jauh dari pusat pemerintahan maupun kota. Olehkarena itu, Sunan Muria membangun pesantren di lereng gunung Muria, dan karenaitulah gelar Sunan Muria diberikan oleh masyarakat.
Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinyaRaden Umar Said, dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan carahalus, ibarat menganbil ikan tidak sampai keruh airnya. Muria dalam menyebarkanagama Islam. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan dan rakyat jelata.Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayangsebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom dankinanthi. Beliau banyak mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelungdino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya.Lewat tembang-tembang yang diciptakannya, sunan Muria mengajak umatnyauntuk mengamalkan ajaran Islam. Karena itulan sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata daripada kaum bangsawan. Cara dakwah inilah yang menyebabkansuna Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwak
tapa ngeli
yaitumenghanyutkan diri dalam masyarakat.
9.Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Nama aslinya adalah Syarif Hidayatullah, beliau lahir di Makkah. Banyak versi yangmenceritakan tentang keberadaan Sunan Gunungjati ini, tetapi cerita yang termasyhuradalah menikahnya Sunan Gunungjati dengan seorang puteri Cina bernama Ong Tien,yang kemudian namanya diganti dengan Nyai Ratu Rara Semanding.Sunan Gunung Jati memang mempunyai hubungan baik dengan kaisar Cina.Dalam rangka menjalin hubungan baik tersebut, pada tahun 1479 beliau berkunjungke Cina dan bertemu dengan kaisar Hong Gie, serta berkenalan dengan sekretariskerajaan bernama Ma Huan, Jendral Ceng Ho, dan Fei Hsin. Ketiga tokoh itu telahmemeluk agama Islam.Disini Sunan Gunungjati membuka praktek pengobatan,dan banyak masyarakat Cina yang berobat kepadanya.Kesempatan ini digunakan sebaik- baiknya oleh beliau untuk berdakwah.Setelah selesai menuntut ilmu pada tahun 1470 dia berangkat ketanah Jawauntuk mengamalkan ilmunya. Disana beliau bersama ibunya disambut gembira oleh pangeran Cakra Buana. Syarifah Mudain minta agar diizinkan tinggaldipasumbangan Gunung Jati dan disana mereka membangun pesantren untukmeneruskan usahanya Syeh Datuk Latif gurunya pangeran Cakra Buana. Oleh karenaitu Syarif Hidayatullah dipanggil sunan gunung Jati. Lalu ia dinikahkan dengan putriCakra Buana Nyi Pakung Wati kemudian ia diangkat menjadi pangeran Cakra Buanayaitu pada tahun 1479 dengan diangkatnya ia sebagai pangeran dakwah islamdilakukannya melalui diplomasi dengan kerajaan lain.Setelah Cirebon resmi berdiri sebagai sebuah Kerajaan Islam yang bebas darikekuasaan Pajajaran, Sunan Gunung Jati berusaha mempengaruhi kerajaan yang belum menganut agama Islam. Dari Cirebon, ia mengembangkan agama Islam kedaerah-daerah lain di Jawa Barat, seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh),Sunda Kelapa, dan Banten.Sunan Gunungjati membangun masjid pada tahun 1480 yang diberi namaMasjid Agung Sang Ciptarasa. Pembangunan masjid ini mendapat bantuan penuh
dari Sultan Demak dan Walisongo. Bahkan juga diceritakan bahwa Sunan Kalijogoikut menyumbangkan sebuah tiang tatal. Masjid ini juga sering dijadikan pusat pertemuan Walisongo untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi pada saatitu.











0 komentar:

Posting Komentar